Kata-kata yang
keluar dari mulutmu itu langsung membuatku tersadar bahwa apa yang selama ini
aku perjuangkan dengan segenap harapan yang aku miliki telah menjadi sirna.
Semua berlangsung secepat kilat cahaya, namun aku bisa menelaah apa yang kamu
katakan.
Aku benar-benar tidak menyangka segala yang aku pertahankan selama ini
hanyalah kesia-siaan tidak berguna. Beberapa saat setelah kau katakan tentang
itu, memejamkan mata saja aku tidak sanggup lagi. Aku lemas tidak berdaya,
terkapar ditepi perbatasan antara menyerah atau menuntaskan.
Hari-hari aku
lewati tanpamu, tersisa hanyalah sepercak harapan yang tidak mungkin untuk
diwujudkan. Sebagai wanita aku hanya bisa bersabar, karena itu akan membuatku
sedikit kuat melalui hari-hari tanpa dirimu.
Canda tawa yang
sempat kita lewati menjadi cadangan energiku yang aku gunakan saat ini.
Kenangan manis yang tersimpan indah dibalut duka yang tidak mampu aku
lumpuhkan. Kerinduan menerpa bak badai memporak-porakan perkotaan. Hati yang
berkeping-keping menyelimuti ketika aku sangat ingin menyapamu kembali.
Masihkah engkau yang disana mengingatku atau memikirkan keadaanku hari ini?
Larutan kisah
kita yang tumpah, terkadang membuatku tidak sadarkan diri telah mengeluarkan
air mata. Aku tahu apalah arti air mata yang aku keluarkan jika kamu sendiri
tidak tahu air mata ini karenamu. Namun apalah dayaku, karena air mata lah
satu-satunya cara agar aku bisa tenang walau itu sedikit berlebihan.
Aku tenang
ketika aku mendapatkan kabarmu bahagia, walau kebahagiaan itu karena orang lain
bukan karenaku lagi. Tak apalah aku disini terluka mendengarkan setiap kabar
dirimu dan dirinya. Aku akan mencoba untuk selalu senang didepan kalian.
Buat dirinya
yang telah bersamamu, semoga engkau bahagia bisa memilikinya. Buatlah ia
bahagia bersamamu, dan hilangkanlah semua kenangan aku dengan dia dari
pikirannya. Serta jagalah cinta dan kepercayaan yang telah ia berikan kepadamu.
Jangan seperti aku yang telah menyia-nyiakan dia yang setia.
Terkadang kita
harus mengerti memahami apa yang diinginkan oleh orang lain. Kita juga harus
memikirkan ketika kita berada di posisi orang lain. Menentang keinginan orang
tidak selamanya berbuah kepositivan. Dan mereka yang sabar akan mendapatkan
kebahagiaan yang sesungguhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar