Minggu, 28 April 2013

Mengerti Itu Lebih Dari Indah


Kriik krik krik, saat Kiren dan Selna yang mencoba menghibur dua orang temannya yang lain yakni Mira dan Kelmi. Memang Kiran dan Selna adalah dua orang yang biasanya membuat cerita yang sedikit canggung, namun biasanya Mira dan Kelmi mencoba menambah agar bisa menjadi benar-benar lucu.
Kiren, Selna, Mira, dan Kelmi adalah empat sahabat yang sudah sangat akrab, itu terlihat dari omongan anak sekolah mereka yang menyadari keakraban mereka. Terlebih mereka sering berjalan bersama jika jam istirahat tiba. Sehingga sering membuat iri beberapa atau segelintir orang yang menjadi penghuni sekolah empat sahabat ini. Namun Kiren, Selna, Mira, dan Kelmi tidak memperdulikan orang-orang yang memandang mereka dengan syirik.
Suatu waktu ketika jam istirahat disekolah, seperti biasa mereka beranjak dari kelas, menlusuri koridor sekolah menuju kantin. Mereka memilih tempat yang memang sudah menjadi tempat mangkal sehari-hari, yakni sedikit sudut dari pandang depan kantin. Di tempat itulah mereka sering sharing cerita masing-masing.
“Sel, Mir, Ren, tau gak cowok yang biasa ada di perpus itu?”
tanya Kelmi bermaksud ingin membuka pembicaraan.
“yang mana?”
Mira bertanya penasaran.
“itu tuh yang biasanya mangkal di perpus dengan bahan bacaan ditangannya, noh orangnya sekarang duduk disitu”
Kelmi menunjuk ke arah bangku depan yang sedikit jauh dari mereka.
“ohh yang itu, gue kenal banget tuh orang, namanya Zafa kebetulan dia seperguruan Silat sama gue. Tapi dia anaknya agak ketutup dan selalu sendiri.”
Jawab Kiren spontan setelah melihat sosok yang ada didepannya. Kiren adalah seseorang yang toboy diantara teman-temannya yang lain, ia juga seorang pesilat sejak ia kecil. Sehingga membuat ketomboyannya lebih terlihat.
“idiih, dia? Kenapa lo tanyak-tanyak dia? Nah pasti ada apa-apa kan? Ayo ngaku”
Selna memojokan Kelmi dengan pertanyaanya.
“haha tau aja lo, gue lagi naksir berat ni sama dia. Kira-kira mau gak yang gue deketin?”
Kelmi menerangkan sembari tersenyum dengan licik.
“haha ya pasti maulah, cowok mana yang kagak mau didektin dengan ama elo. Secara elo kan yang paling banyak ditaksir sama cowok sekolahan ini”
Mira mengolokan Kelmi, yang terlihat tengah tersipu malu.
Jam istirahatpun selesai, mereka berempat memasuki ruang kelas yang menurut mereka adalah neraka ini.
Sepulang sekolah, mereka melanjutkan perbincangan tentang Zafa, yang kebtulan Kelmi sedang kesemsem saat Zafa melewati mereka. Sebenarnya ada sedikit yang terhambat dihati Kiren tentang Zafa. Sebenarnya Kiren telah menyukai Zafa lebih dulu, sejak Zafa memenangkan beberapa prestasi di silat. Namun Kiren memilih menutupinya dari teman-temannya, karena ia dikenal sebagai cewek tombay yang anti suka sama cowok. Maka dari itu ia berbeda dengan temannya yang lain yang telah pernah berpacaran semua.
Mira memiliki seorang pacar dari salah satu pemain basket disekolahnya. Selna memiliki pacar anak kuliahan yang sebenarnya adalah tentor belajarnya sendiri. Kelmi sendiri baru putus dari pacarnya yang lama, dan sekarang ia ingin mendekati Zafa. Dan Kiren adalah satu-satunya cewek yang tidak pernah pacaran diantara mereka. Namun itu bukanlah hal yang bermasalah bagi Kiren.
Mengetahui Kelmi menyukai Zafa, ia lebih memilih mengurungkan perasaan kagumnya kepada Zafa. Dan berniat untuk memperdekatkan Zafa dan Kelmi. Walau terkadang ia sedikit cemburu, namun kecemburuan itu tidak diperlihatkan oleh Kiren. Akhirnya Zafa berhasil didekati oleh Kelmi, namun Zafa beranggapan biasa saja, tidak terlihat dari wajah Zafa kalau ia juga menyukai Kelmi.
Hari terus berlalu, namun Kelmi tidak kunjung mendapatkan Zafa karena sikap Zafa yang selalu dingin terhadap Kelmi. Sikap Zafa tersebut tidak terlalu bermasalah bagi Kelmi, karena ia sedikit sabar menghadapi sosok laki-laki yang seperti ini.
“kenapa ya si Zafa tu sulit banget diluluhin, asal gue ngomong selalu jawaban dari dia tu dingin banget”
Cerita Kelmi kesal kepada temannya.
“mungkin menurut dia, elo harus berusaha kalik”
Selna memberi sedikit arahan kepada Kelmi yang masih terlihat kesal.
“iya, elo butuh sedikit kesabaran menghadapi dia”
Mira menambahkan.
“iya kalik ya, berarti gue harus lebih semangat mendekati Zafa”
Kelmi memnyemangati dirinya.
“oh iya ren, gimana Zafa diperguruan? Pastinya di pinter dong hiaatt hiat”
Kelmi mempraktekan sedikit gerakan dari silat. Namu Kiren terlihat melamun. Ia memikirkan Zafa yang segera akan menjadi milik temannya sendiri.
“ren, kenapa sih lo?”
Kelmi mengejutkan Kiren.
“eh iya, kenapa tadi?
kiren tersadar dari lamunannya.
“idiih ni anak, giman Zafa diperguruan?”
Kelmi melanjutkan pertanyaanya.
“ oh, lancar kok. Kemarin dia latihan seperti biasa”
Jawab Kiren sedikit terbata-bata.
                “pasti dia keren baget yaa”
Kelmi mengatkannya dengan wajah yang sedikit kashmaran.
“sebenar Zafa adalah sosok yang memang sulit ditaklukan. Ia tidak suka terhadap cewek yang terlihat ----- (sensor). Ia memang sosok laki-laki yang berbeda, maka dari itu sangat susah untuk cewek seperti Kelmi mendapatkan hati Zafa”
 bisik Kiren dalam hati sebenarnya ia tidak mau mendekatkan Kelmi kepada Zafa, mengingat Kelmi adalah temannya ia bersedia berbuat apapun asalkan teman-temannya senang bersamanya. Itulah yang menjadi alasan mengapa Kiren lebih membiarkan Kelmi mendekati Zafa.
Hari ini Kiren ada jadwal latihan silat, hari ini datang sedikit telat karena dirumah ia harus membereskan rumahnya terlebih dahulu sebab orang tua Kiren sedang berada diluar kota. Ia mendapatkan hukuman membersihkan tempat latihan, yang kebetulan Zafa juga datang terlambat. Sehingga mereka ditugas membersihkan seluruh tempat latihan. Ditengah membersihkan, tiba-tiba Zafa menyapa  Kiren yang terlihat membersihkan lantai.
                “hai”
Zafa menyapa.
                “eh hai”
Kiren menjawab.
                “kita satu sekolah kan?”
Tanya Zafa kepada Kiren.
                “eh iya”
Kiren menjawab, sebenarnya saat itu Kiren sangat senang dengan sapaan Zafa.
                “kamu Kiren kan? Temannya Kelmi”
                “iya benar, kok kamu tau?
                “iya, soalnya aku sering melihat kamu kalu sedang berjalan dengan Kelmi”
                “ooh. Maafin sikap Kelmi yang cerocosan seperti itu”
Tiba-tiba Kiren membahas Kelmi, padahal Zafa tidak membukanya lebih awal.

 ***to be continued***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar